Rabu, 21 April 2010

yuk.. nge-explore jakarta

Jakarta...

Ingin rasanya saya menikmati kota ini seperti saya menikmati kota-kota lain di Asia. Singapura, Kuala Lumpur, Bangkok, Beijing, Shanghai, Guilin, Kowloon, New Territories (HK), Shenzen dan Taipei adalah beberapa kota di Benua Asia yang pernah saya kunjungi, ketawan deh belum pernah ke benua lain, kasian deh.. Bukannya gak cinta sama jakarta tapi jujur aja apabila dibandingkan dengan kota-kota yang saya sebutkan tadi pasti pembaca juga setuju bahwa kita merasa lebih aman dan nyaman di kota-kota itu kan? Ayo ngaku apalagi yang hobi travelling..

Tapi saya gak mau "lupa kacang sama kulitnya", sok puitis nih.. Bagaimanapun Jakarta adalah kota kelahiran saya dan yang paling penting di Jakarta-lah saya bekerja, berkeluarga, bersosialisasi, dan lain-lain, hmmm... Bahkan saya punya keinginan bagaimana bisa membuat jakarta seperti kota-kota lain di dunia yang aman, nyaman, bersih, teduh minimal bisa jalan-jalan di pedestrian pada siang bolong seperti di singapura dengan pohon trembesinya, jadi gak perlu bawa mobil pribadi kemana-mana, inget loh langit di atas Jakarta semakin kelabu!!!

Dengan situasi dan kondisi yang dimiliki Jakarta saat ini kita gak perlu pesimis. Tau gak? Apa yang dimiliki Jakarta gak bakal dimililki oleh kota-kota lain, ya iya lah.. Singapura boleh dibilang paling unik dengan Uniquely Singapore-nya, Kuala Lumpur yang katanya mencerminkan asia sebenarnya dengan Trully Asia-nya, Bangkok yang membuat kita takjub dengan Amazing Thailand-nya tapi.... eng ing eng Ladies and Gentlemen we will present you to ENJOY JAKARTA with enviroment of ultimate indiversity, cee ileeh keren abbbiss...

Kalo gitu, yuk... kita buruan nge-explore jakarta...
Mau ke tempat yang bernuansa old quarter and heritage? Nyok ke kawasan wisata kota tua, di sana kita bisa mengunjungi Museum Sejarah Jakarta, Museum Wayang dan ada satu lagi yang terkenal kalo gak salah yaitu museum bank. Suasana di sini kentel banget nuansa eropa-nya, maklum di sinilah pertama kali VOC menduduki Jakarta yang dulu bernama Sunda Kelapa dan berganti nama lagi menjadi Batavia. Abis muterin kawasan kota tua pake sepeda ontel, kita bisa rehat di Kafe Batavia.. Suasananya feodal abis bro...

Setelah puas di kota tua kita bisa melihat jakarta masa kini dengan gedung-gedung yang lagi nyakarin langit dengan menggunakan bus trans jakarta. Melewati Istana Negara yang elegan dengan nuansa putih, Taman Monas yang luas, hijau dan asri, patung perang barata yudha yang sangat dramatis, sejumlah kantor-kantor pemerintahan dan pusat bisnis yang spektakuler.. sungguh merupakan gambaran yang paradoks.. Terpikir oleh saya, mengapa rute dari kawasan kota tua menuju pusat kota tidak dijadikan wisata experience yang dapat dikembangkan. Mengapa Singapore dengan Bus Hippo-nya bisa menawarkan heritage tour dan city tour. Mengapa.. oh.. mengapa. Wisata experience ini bisa lebih memiliki nilai jual apabila di Bundaran Hotel Indonesia Kempinsky ada unjuk rasa.. he..he..he.. asal jangan rusuh.. Bener-bener experience deh..

Laper??
Meskipun jajanan kaki lima di Jakarta belum terpusat dan tertata dengan rapi seperti Hawker Food Centre di Gurney Drive Penang tetapi untuk rasa gak kalah kok.. Bagi yang seneng sea food datang aja ke jalan pecenongan di waktu malam. Di sini lidah kita akan dimanjakan dengan berbagai jenis hidangan laut mulai dari ikan bakar, cumi bakar, kepiting saus padang, cah kang kung, tumis tauge ikan asin... so yummy. Bagi yang mau makan tapi gak berat-berat amat bisa datang ke ice cream italia Ragusa di Jalan Veteran III. Selain rasa ice cream-nya yang super duper mantab di sini juga ada mie juhi, asinan betawi, gado-gado, otak-otak dan sate... Hmmm gak kebayang rasanya. Makan di sini kita dihibur sama pengamen resmi meskipin lagu-lagunya jadul tapi oke lah, cukup menghibur kok..

Tenang bro.. masih banyak lagi kuliner di Jakarta, coba datengin Jalan Kebon kacang pada waktu malam, di sini sentranya nasi uduk khas jakarta. Dihidangkan lengkap dengan sate udang goreng, ayam kampung goreng plus sambel kacang yang lezat, gak terasa nasi uduk yang dibungkus dengan bentuk yang khas dengan daun pisang sudah habis 5.. Awas kolesterol..

Eeeiit, habis makan jangan langsung tidur, time for ajojing men..